Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan



LITERASI TEKNOLOGI DIGITAL

BY: CHELLA ELLYZA

    Literasi dapat dijadikan sebagai kemampuan untuk membaca dan menulis. Selain itu literasi juga memiliki kesamaan arti dengan belajar dan memahami sumber bacaan. Selain itu literasi juga merupakan peristiwa sosial yang melibatkan keterampilan-keterampilan tertentu, yang diperlukan untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi dalam bentuk tulisan. literasi bukan hanya berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis teks saja, karena kini “teks” sudah diperluas maknanya sehingga mencakup juga “teks” dalam bentuk visual, audiovisual dan dimensi-dimensi kompiterisasi, sehingga di dalam “teks” tersebut secara bersama-sama muncul unsur-unsur kognitif, afektif, dan intuitif. Dapat disimpulkan bahwa literasi adalah suatu proses perilaku tentang pemahaman suatu informasi dengan melibatkan unsur kognitif, afektif dan psikomotor. Dalam pemahaman tersebut literasi memerlukan suatu dukungan informasi dari berbagai pihak sehingga informasi yang didapatkan valid. Literasi teknologi adalah kemampuaan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software) serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. Literasi teknologi merupakan era revolusi 4.0 yang saat ini dihadapi oleh Indonesia, dimana segala hal dalam kehidupan sudah berkaitan dengan teknologi. Indonesia adalah salah satu negara yang berpotensi tinggi mampu menghadapi revolusi 4.0 atau era serba teknologi. Dampak positif dari revolusi industri 4.0 adalah semakin berkembangnya teknologi sehingga banyak hal yang dapat dilakukan manusia dengan cepat. Sebaliknya dampak negatif dari dari revolusi industri adalah  ketidakpastian Sumber Daya Manusia (SDM) untuk beradaptasi dengan kondisi yang semakin berkembang. Adanya revolusi industri 4.0 ini baik secara langsung maupun tidak langsung akan memoengaruhi semua kalangan masyarakat. Dari masyarakat kelas atas sampai masyarakat kelas bawah pasti terkena dampak perubahan industri 4.0 tersebut. Masalah lain  yang akan muncul akibat dari teknologi adalah tingkah laku manusia, dengan segala kecanggihan dan kemudahan teknologi manusia semakin mudah melakukan kecurangan dalam berbagai aspek. Manusia cenderung malas untuk melakukan memikirkan sesuatu atau melakukan sesuatu karena sudah mengandalkan teknologi. Bidang teknologi ini berkembang sangat pesat dalam berbagai kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. Proses belajat mengajar saat ini  juga mengalami banyak perubahan dimana cara belajar mahasiswa sekarang tidak lagi menggunakan buku referensi, buku catatan bahkan dalam perkuliahan pun jarang yang mencatat hasil diskusi dari kelompok. Mahasiswa cenderung memanfaatkan samrtphone dan laptop dalam kegiatan pembelajaran. 

    Literasi teknologi mahasiswa harus dapat diarahkan kepada literasi yang bermanfaat. Literasi teknologi bukan hanya sekedar menggunakan teknologi untuk hal-hal yang tidak penting. Dengan adanya literasi teknologi diharapkan mahasiswa dapat mempunyai kemampuan literasi teknologi yang lebih bermanfaat dalam hal pembelajaran. Pengaruh besar teknologi dalam bidang pendidikan yaitu dimulai dengan pemanfaatan jaringan komputer dan internet dalam proses pembelajaran yang sering disebut sebagai e-learning atau pembelajaran elektronik. E-learning merupakan suatu pembelajaran yang dalam pelaksanaannya menggunakan media atau jasa batuan perangkat elektronika berupa audio, video, perangkat komputer ataupun kombinasi ketiganya. Dari istilah E-learning kemudian berkembang lagi menjadi pembelajaran daring (online learning). Daring atau dalam jaringan memiliki makna tersambung dalam jaringan komputer. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi multimedia, video, kelas virtual, teks online animasi, pesan suara, email, telepon konferensi, dan video steraming online. Pembelajaran daring dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang dalam pelaksanaannya menggunakan jaringan internet, intranet dan ekstranet atau komputer yang terhubung langsung dan cakupannya global (luas). Dalam pelaksanaannya pembelajaran daring tentunya tidak dapat terlepas dari peran teknologi. Dampak positif dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran daring adalah kemudahan akses data dan informasi dalam proses pembelajaran, pembelajaran tidak terbatas oleh ruang dan waktu, serta kemudahan dalam pemahaman materi pembelajaran karena banyak aplikasi pembelajaran yang mempunyai banyak metode dan media pembelajaran. Sedangkan dampak negatifnya adalah penggunaan teknologi yang berlebihan akan membuat peserta didik malas untuk berpikir lebih dalam karena hanya mengandalkan teknologi dan pembelajaran dengan pembelajaran daring memerlukan biaya yang lebih mahal. Teknologi dapat mempermudah segala kebutuhan dalam proses belajar mengajar, tenologi digital dalam lembaga pendidikan sebagai sarana pendukung dalam pembelajaran, baik sebagai sarana dalam mengakses informasi sumber belajar ataupun sebagai sarana penunjang kegiatan belajar dan berkaitan dengan tugas. Seiring dengan perkembangan zaman teknologi semakin berkembang, saat ini banyak platform yang dapat membantu pelaksaan pembelajaran daring seprti e-learing, Google Clasroom, Edmodo, Moodle, Rumah belajar, dan bahkan platform dalam bentuk video conference sudah semakin banyak diantaranya seperti Google meet, Zoom, dan Visco Webex. Literasi teknologi mahasiswa harus dapat diarahkan kepada literasi yang bermanfaat. Literasi teknologi bukan hanya sekedar menggunakan teknologi untuk hal-hal yang tidak penting. Dengan adanya literasi teknologi diharapkan mahasiswa dapat mempunyai kemampuan literasi teknologi yang lebih bermanfaat dalam hal pembelajaran. Penggunaan gadget mempunyai peranan penting bagi mahasiswa. Ketergantungan akan gadget menjadi suatu hal pokok dalam belajar. Mereka cenderung hanya bertanya pada google saja dalam menjawab berbagai tugas dan soal yang diberikan tanpa memahami jawaban yang mereka tulis. Oleh karena itu diperlukan suatu literasi dalam pembelajaran untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 agar dapat beradaptasi dengan baik.

    Melihat dari sisi kebermanfaatan pemahaman tentang literasi TIK dan pengembangan media pembelajaran berbasis TIK tersebut, maka mendesak bagi guru untuk diberikan bekal pemahaman dan keterampilan tentang literasi TIK dan pengembangan media pembelajaran berbasis TIK. Pemahaman literasi TIK masih awam sehingga fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang sebenarnya mereka telah miliki belum mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang proses pembelajarannya. Selain terkait dengan pendidikan, mereka juga terkendala dengan faktor usia, sarana dan prasarana, motivasi serta kesempatan mendapatkan workshop TIK yang sangat terbatas. Berdasarkan berbagai studi penelitian terdahulu tersebut maka menjadi penting bagi guru untuk memiliki kemampuan yang cukup dalam literasi TIK. Literasi dalam hal ini tidak hanya sekedar memiliki piranti lalu mampu mengakses (membaca) informasi dari piranti TIK. Namun literasi diartikan sebagai kemampuan untuk membaca (dengan komprehensif) serta menulis (menciptakan, mendesain, maupun memproduksi). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa literasi bergerak dari sekedar mengenali (recognize) dan membandingkan (comprehending) informasi ke tingkat yang lebih tinggi yakni kemampuan berpikir kritis secara implisit dalam mempertanyakan, menganalisa, mengevaluasi informasi tersebut kemudian mendesain, menciptakan dan membuat informasi baru dalam bentuk atau format yang berbeda. literasi TIK sebagai kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat komunikasi dan jaringan tepat untuk memecahkan masalah informasi dalam rangka untuk berfungsi dalam masyarakat informasi. Literasi teknologi mencakup kemampuan untuk menggunakan teknologi sebagai alat untuk penelitian, mengatur, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi, dan memiliki sebuah pemahaman mendasar dari masalah etika / hukum seputar akses dan penggunaan informasi. Tantangan dan peluang era 4.0 harus digunakan oleh satuan pendidikan untuk mulai menyesuaikan dengan berbagai perubahan, agar siap melayani para peserta didik yang berasal dari generasi milenial dari sisi pedagogi, digital skills, literasi dasar, literasi teknologi, literasi manusia, penguatan pendidikan karakter dan kecakapan hidup. Era revolusi industri 4.0 merupakan tantangan berat bagi guru Indonesia. Era revolusi industri 4.0 sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan keadaan terkini. Dengan segala kecanggihan teknologi SDM harus dituntut bisa mengerjakan segala sesuatu dengan cepat. Era ini dituntut menguasai teknologi dan sistem. SDM yang tidak bisa beradaptasi dengan cepat maka akan ketinggalan segala informasi terbaru. Bahkan ada juga SDM yang terancam tidak bisa bekerja tanpa menguasai teknologi. Dimana hal paling penting yang harus diperhatikan untuk menghadapi tantangan era digital ini dalam bidang pendidikan. Selain dalam bidang pendidikan literasi teknologi juga digunakan dalam bidang lainnya seperti di bidang kesehatan.seperti yang kita ketahui di berbagai rumah sakit sudah menerapkan sistemteknologi untuk menyimppan segala informasi terkait pasien dan juga dalam proses registrasi terkait rawat jalan atau lainnya di setiap rumah sakit sudah menggunakan teknologi jadi pasien tidak lagi mengisi berkas data diri melalui kertas namun menggunakan link untuk memudahkannya. Dan juga teknologi sudah sangat digunakan di perpustakaan seperti misalnya di perpustakaan kampus untuk dapat mencari buku yang kita perlukan kita bisa mencarinya lewat sebuah apps dari kampus itu sendiri dimana di dalam apps tersebut sudah tertera jelas tentang identitas buku dan tempat penyusunannya. Sangat banyak contoh literasi teknologi yang saat ini sudah kita gunakan baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat seperti menggunakan media sosial seperti whattsapp dan instagram untuk dapat berkomunikasi dengan guru, mengirim tugas sekolah melalui email, mencari bahan belajar melalui internet seperti google, melakukan penelusuran melalui browser, melihat tutorial memasak melalui youtube, menggunkan media sosial untuk galang dana atau donasi, menggunakan media sosial teknologi untuk promosi penjualan dan laiinya. Jadi adanya teknologi ini sebenarnya sangat memudahkan manusia dalam berbagai aktivitasnya. Literasi teknologi ini telah memberikan banyak kemajuan kepada kehidupan manusia terlebih semakin meningkatnya pemanfaatan komputer dan internet dapat membantu memudahkan berbagai pekerjaan dan aktivitas sehari- hari.

       Teknologi memegang peranan penting dalam semua aspek yang ada. Teknologi mengubah dunia dari era tradisional menjadi era digital. Teknologi dapat mempermudah segala aspek kehidupan manusia mulai dari teknologi pertanian, teknologi sistem informasi, teknologi perindustrian sampai ke teknologi pendidikan. Dengan adanya teknologi semua perilaku dalam kehidupan berubah. Contoh dari perilaku masyarakat dalam berbelanja yang sudah tidak lagi harus mendatangi toko atau pasar lagi. Berbelanja dapat dilakukan hanya dirumah saja dengan e-commers. Dalam bidang pendidikan semua pembelajaran dapat dilakukan secara daring (online). Pembelajaran tidak lagi terpusat pada guru dan tidak hanya dilakukan dalam kelas. Pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dengan berbagai sumber referensi online selama koneksi terpenuhi. Teknologi bukan hanya sekedar aspek suatu alat atau mesin baru yang canggih. Namun teknologi dapat berupa sistem atau aplikasi yang dapat mempermudah dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan hadirnya teknologi sebagian besar kebiasaan manusia dalam menjalankan kehidupannya berubah mulai dari hal yang kecil sampai ke hal yang besar. Generasi saat ini adalah generasi milenial yang memang sejak lahir sudah dibekali oleh berbagai teknologi yang ada. Seharusnya generasi milenial dapat dengan cepat dan mudah dalam memahami literasi teknologi. Namun ternyata tidak semua generasi milenial yang ada mampu dengan cepat memahami tentang penggunaan teknologi. Adanya teknologi yang serba baru tentu saja memerlukan literasi dalam penggunaannya. Dalam literasi teknologi diharapkan mahasiswa bukan hanya sekedar menggunakan teknologi namuan dapat lebih mendalami manfaat dari teknologi yang telah digunakan. Mahasiswa di era milenial ini sudah banyak menguasai teknologi secara otodidak (mandiri). Sebagian besar mahasiswa dapat secara mandiri belajar tanpa diajari oleh orang lain.

       Semua kegiatan yang ada telah diubah menjadi sistem yang biasanya dengan sistem manual berubah menjadi sistem digital. Pada sistem ini semua masyarakat wajib mengikuti sistem yang ada. Sistem yang digunakan akan mempermudah pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Masalahnya adalah bagaimana masyarakat dapat beradaptasi dengan sistem tersebut. Tidak semua masyarakat dapat cepat beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, bahkan ada yang mengganggap menggunakan teknologi akan mempersulit pekerjaan.

        Era revolusi industri 4.0 semua di tuntut untuk cepat beradaptasi dengan segala teknologi yang baru. Tenaga kerja manual bergeser menjadi tenaga mesin . Produksi dengan menggunakan teknologi dan sistem tentu akan membuat pekerjaan menjadi efektif dan efisien. Dalam bidang ekonomi era revolusi industri4.0 berdampak pada sistem penjualan dan pembelian secara online (e-comers). Dalam bidang pendidikan era revolusi industri 4.0 berdampak pada sistem pembelajaran yang serba online. Lulusan yang dihasilkan harus bisa kompetitif, memerlukan kurikukum dengan orientasi baru. Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup Literasi Lama (membaca, menulis, & matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat. Lulusan harus memiliki kompetisi yang lebih baik lagi agar dapat berdaya saing global. Era revolusi industri 4.0 memberikan perubahan yang cukup banyak. Dampak adanya era revolusi industri harus cepat disesuaikan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Jika SDM cepat menyesuaikan dengan perubahan maka akan terjadi perubahan cara kerja menjadi efektif dan efisien. Dalam proses pembelajaran banyak terjadi perubahan yang menyesuaikan output SDM yang berkualitas dan berdaya saing global. Pembelajaran dalam era revolusi industri 4.0 bukan hanya sekedar hasil akhirnya saja, namun proses pembelajaran dan keahlian individu yang dapat bersaing global lebih diunggulkan.

       Pembelajaran di era revolusi industri memerlukan adaptasi dari berbagai pihak. Dosen dan mahasiswa harus selalu belajar tentang teknologi terbaru untuk menunjang pembelajaran terbaru. Literasi Teknologi sangat penting bagi pembelajaran di era revolusi Industri 4.0. Peran teknologi adalah memudahkan proses pembelajaran dengan tidak membatasi ruang dan waktu pembelajaran. Namun dalam perkembangannya tidak semua informasi yang tersebar luas di internet berisi hal positif dan tak sedikit pula yang berisi informasi negatif, dibalik itu semua ada beberapa hal juga yang dapat membawa dampak negatif dari literasi teknologi ini dimana segala pekerjaan yang dulunya mungkin dilakukan oleh manusia kini tergantikan oleh teknologi yang ada selain itu juga kebanyakan orang salah dalam menggunakan teknologi ini dimana mereka menyebarkan berita- berita hoax lewat media sosial teknologi yang ada dan juga konten negatif seperti isu SARA dan konten pornografi  juga menjadi salah satu tantangan di era serba teknologi ini dimana kemampuan individu dalam mengakses internet dibarengi dengan literasi teknologi. Maka dari itu setiap individu harus lebih memerhatikan lagi dengan cermat terkait penggunaan teknologi secara baik agar tidak terjadinya hal- hal yang tidak diinginkan.

Sumber:

https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/lentera/article/download/1548/1002


Email: chellaellyza11@gmail.com

Instagram: chella.aa


Komentar

  1. informatif sekali, keren chella❤️

    BalasHapus
  2. Mantappp sangat bermanfaat👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  3. Wihhhhhh bermanfaat bangetttt😍😍😍😍 habis baca inii ilmu akuu langsung bertambah tentang literasiiii😍😍😍 makasiii banyakkkk ilmuuunyaaaa😍😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waww coba tolong dijelaskan mbakk ?

      Hapus
  4. مَاشَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ

    BalasHapus
  5. wahh kerenn chell 👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  6. Wihhhh mantap chella😀😀

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah tulisannya sangat membantu ><

    BalasHapus
  8. wow memberikan insight baru!

    BalasHapus

Posting Komentar